Tentang Madu Trigona

Lebah Tanpa Sengat (Trigona spp)

Lebah ini merupakan lebah asli Asia dari genus trigona yang memiliki karakteristik spesifik, yaitu madu yang dihasilkan mempunyai rasa asam, namun tahan terhadap fermentasi. Koloni lebah ini diketahui jarang sekali berpindah-pindah, dan harga produk madunya lebih tinggi dibandingkan madu yang dihasilkan lebah dari genus Apis.

Di sejumlah daerah, jenis lebah ini memiliki nama yang berbeda. Di Jawa Barat misalnya, dia disebut Lebah Teuweul, di Sumatera disebut Lebah Galo-galo, di Jawa Tengah dan Timur disebut Lebah Malam Klanceng atau Lonceng, dan di Kalimantan disebut Lebah Kelulut.

Lebah Kelulut atau Trigona spp merupakan jenis lebah madu yang paling banyak dipelihara secara tradisional oleh masyarakat pedesaan yang tinggal di sekitar kawasan hutan. Lebah ini tidak memiliki sengat, tidak ganas, dan berfungsi sebagai penyerbuk bunga-bunga kecil.

Karena tidak memiliki sengat, dalam bahasa Inggris jenis lebah ini disebut Stingless Bee. Lebah Trigona spp berwarna hitam dengan panjang tubuh 3–4 milimeter, dan rentang sayap hanya 8 milimeter. Lebah pekerja dari jenis ini berwarna hitam dengan kepala besar dan rahang tajam, sementara lebah ratunya berwarna kecoklatan, berperut besar, berukuran 3–4 kali lebih besar dari lebah pekerja, sehingga sekilas sangat mirip dengan laron, namun bersayap pendek.

Trigona spp termasuk salah satu serangga sosial yang hidup dengan membentuk koloni di bawah pengaturan ratu. Secara alami, serangga jenis ini membuat sarang di lubang-lubang pohon, celah-celah dinding dan lubang bambu di dalam rumah yang agak gelap. Untuk keamanan, tempat keluar masuk berbentuk lubang kecil sepanjang 1 semtimeter yang diselimuti zat perekat. Sarangnya tersusun atas beberapa bagian untuk menyimpan madu, tepung sari, tempat bertelur dan tempat larva. Di bagian tengah terdapat karangan bola berisi telur, tempayak dan kepompong. Di bagian sudut ada bola-bola kehitaman sebagai penyimpan madu dan tepung sari.

Lebah ini menghasilkan madu dan lilin yang diproduksi sangat sedikit, rasanya asam dan sering dipakai untuk obat sariawan. Sedangkan lilinnya dipakai untuk membatik.

Madu Kelulut merupakan madu yang paling istimewa di antara banyak madu lainnya, karena selain khasiatnya yang melebihi madu yang dihasilkan jenis lebah yang lain, pembudidayaannya pun masih sulit, karena harus terlebih dahulu dicari di tengah hutan belantara. Tak heran jika harga madu klanceng beberapa kali lipat dari harga madu yang lain.

Madu Kelulut tersusun dari beberapa molekul gula, mineral, vitamin, protein dan asam amino. Dalam kehidupan sehari-hari, madu ini dijadikan sebagai obat tradisional karena dapat menurunkan tekanan darah tinggi, diabetes, antikanker, mencerdaskan daya pikir dan lain sebagainya. Dengan rutin minum madu Kelulut, badan sehat dan awet muda.

Madu Kelulut mengandung propolis dan bee pollen secara alami, karena sarang madu dan kantong bee pollen menyatu di satu tempat. Dalam Propolis terkandung Resin yang didalamnya terdapat senyawa flavonoid, asam, dan ester fenol (45 – 55%); Lilin lebah dan plant origin (25 – 35 %); serta Minyak volatil (10%).

Pada Pollen terdapat protein (16 asam amino bebas  1%), arginine danproline berjumlah 46% dari total(5%),  14 mineral mikro (Fe dan Zn yang terbanyak), keton, lacton, quinon,steroid, asam benzoat, vitamin, karbohidrat (5%).

Madu Kelulut juga mengandung vitamin yang terdiri dari Thiamin (B1), Riboflavin (B2), (B3), Asam Askorbat, (C), (B5), Piridoksin (B6), Niasin, Asam Pantotenat, Biotin, Asamfolat dan vitamin K
Sementara kandungan mineralnya terdiri dari Natirum (Na), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Alumunium (A1), Besi , (Fe), Fosfor dan Kalium (K), Pottassium, Sodium Klorin, Sulfur.
Enzim-enzim Utama yang terkandung dalam
Madu Kelulut adalah Diatase, invertasem glukosa oksidase, fruktosa, peroksidase, lipase juga mengandung sejumlah kecil hormon, tembaga, iodium dan zinc.
Dengan kandungan vitamin, mineral dan
enzim-enzim tersebut, tidak heran jika Madu Kelulut (Madu trigona)
dipercaya dapat mengatasi beragam penyakit dan dapat pula meningkatkan
daya kekebalan tubuh.

Perbedaan madu Kelulut dengan madu lainnya

Karena kedua madu ini dihasilkan dari jenis lebah yang berbeda, karakteristik madu yang dihasilkan juga berbeda. Berikut beberapa perbedaan madu Kelulut dengan madu lainnya:

  • Lebih mahal

Meski tidak sepopuler madu biasa, budidaya madu klanceng juga memiliki sisi ekonomis bagi peternaknya. Dari harganya, madu Kelulut berharga lebih mahal dari madu biasa karena memang lebah Kelulut tidak menghasilkan madu yang berlimpah, yakni hanya 100-200 ml saja per 3 bulan. Meskipun demikian, peminat lebah Kelulut sangat banyak. Lebah ini tidak bersifat agresif dalam mempertahankan sarangnya sehingga berisiko kecil menimbulkan cedera pada manusia akibat gigitan lebah.

  • Rasa lebih asam

Madu identik dengan rasanya yang manis, tak terkecuali madu Kelulut. Hanya saja, Anda juga akan merasakan sedikit asam pada madu Kelulut karena kadar keasaman madu ini mencapai 3,05-4,55.Tekstur madu Kelulut juga lebih encer dari madu biasa karena kadar airnya lebih banyak, yakni berkisar antara 30-35 persen. Dari segi fisik, madu Kelulut memiliki warna cokelat amber.Selain madu, lebah Kelulut juga menghasilkan bee pollen dan propolis yang sering diolah menjadi produk kesehatan karena memiliki manfaat bagi manusia. Bee pollen adalah butiran tepungsari bunga jantan yang merupakan makanan tambahan bagi lebah, sedangkan propolis adalah lem lebah untuk melindungi sarang dari serbuan predator.